Sole Mio – Mouse Tenaga Matahari

Sebagai pengguna komputer, peranti mouse wireless mungkin sudah banyak digunakan. Barangnya yang praktis dan nyaman bisa mempermudah pekerjaan. Tapi, tetikus tanpa kabel ini bisa terkadang bisa menjengkelkan. Terutama jika sedang asyik bekerja, tiba-tiba baterainya habis. Sole Mio mungkin bisa menjadi solusi.

Sole Mio adalah mouse bertenaga matahari. Dayanya dapat diisi ulang ketika pengguna meninggalkan mouse di ambang jendela. Bisa juga di tempat-tempat lain yang memungkinkan terkena sinar matahari secara langsung.

Penemuan alat ini sendiri berkaitan dengan program Syn-Energy yang digagas Netherlands Organisation for Scientific Research (NOW in Dutch). Di negara asal, Sole Mio memang baru diproduksi sebanyak 15 unit dan masih dalam tahap uji coba. Namun, ekspektasi kedepan dari berbagai pihak sangat besar.

Dengan ditemukannya Sole Mio, tiap tahun diharapkan ratusan ribu baterai dapat dihemat. Selain itu, program penghematan energi ini juga dapat ditunjang dengan mengaplikasikan PV cell yang berharga murah itu pada berbagai peralatan elektronik lain. (rum/gmg)

Sumber: Jawa Pos

Blogged with Flock

Tags: , , ,

Safari 3 – Browser Kilat Berfitur Padat



Sering internetan sambil cemberut karena browser berkecepatan siput? Hal itu tidak akan terjadi jika memakai rilisan terbaru Apple Inc., Safari 3. Peranti dunia maya yang diluncurkan 11 Juni lalu itu, merupakan default browser untuk Mac OS X v10.5 alias Leopard yang akan dirilis Oktober mendatang.

Safari 3 merupakan upgrade kedua untuk Apple Safari yang pertama kali dirilis 2003. Sebelumnya, Safari 2 beredar pada 2005. Kalau “abang”-nya diklaim sebagai browser tercepat, Safari 3 unggul di user interface yang familiar dan mudah digunakan. Apalagi, browser ini juga mampu dioperasikan di Windows XP dan Windows Vista.

Sejak kali pertama dirilis, kecepatan akses jadi ciri khas Safari. Kini lebih dahsyat. Di Windows XP, Safari 3 bisa loading dua kali lebih cepat dari Internet Explorer 7 dan 1,6 kali lebih singkat daripada Firefox 2. Jika memakai Leopard, ia bisa 2,5 kali lebih cepat dari Firefox 2 dan 4,3 kali lebih cepat dari Opera 9.

Tampilan Safari didominasi warna abu-abu. Membuat user lebih fokus pada halaman web yang diakses. Satu-satunya yang mencolok hanya pada scroll bewarna biru. Itupun semata-mata untuk mempermudah penggunaan.

Ruang untuk browsing lebih luas, sebab status bar yang cukup memakan ruang berpindah di address field. Safari 3 juga menggunakan tabbed browsing, sehingga user tidak perlu membuka banyak window untuk mengakses beberapa webpage sekaligus.

Safari 3 nampaknya benar-benar memanjakan netter. Fitur forms auto fill memungkinkan Safari mengisikan online form anda berdasarkan data dari address book atau form yang telah diisi sebelumnya.

Ingin mengakses situs-situs “tertentu” tanpa ketahuan? Safari menyediakan fitur private browsing. Aktifkan fitur ini, Safari secara otomatis tidak akan menyimpan hasil search google, cookies, download history, atau informasi lain yang telah anda isikan selama browsing.

Jika lupa mengaktifkan private browsing, kerahasiaan bisa tetap terjaga. Klik saja privacy reset, dan cache anda secara otomatis dikosongkan. Form dan search history pun ikut dihapus dari Safari.

Kedepannya, Safari juga menjadi default browser pada iPhone. Untuk rilisan selanjutnya, Apple berencana melengkapi produk ini dengan beberapa fitur tambahan yang bersifat global dan mengakomodasi kebutuhan user dari negara-negara lain.

Diantaranya metode input teks internasional, localized menus and help, serta advanced text lain. Benar-benar browser yang mewujudkan nyaris seluruh keinginan user. Ingin mencoba? Tidak perlu memeriksa dulu isi kantong anda. Karena versi beta sudah bisa di-download secara gratis dari situs resmi Apple. (rum/bs)

Sumber: Jawa Pos

Blogged with Flock

Tags: , ,

Microsoft Surface – PC multi-touch berbentuk meja

Raksasa perangkat lunak Microsoft kembali menghadirkan inovasi terbaru dalam bidang hardware. Setelah sukses dengan media player Zune dan console game Xbox 360 yang sukses di pasaran, kini mereka merilis Microsoft Surface. PC multi-touch berbentuk meja. Pada 29 Mei kemarin, temuan baru di diperkenalkan pada The Wall Street Journal’s D: All Things Digital conference di Carlsbad, California.

Perangkat komputer ini tidak perlu meja atau sejenisnya untuk penempatan. Surface adalah “meja” itu sendiri. Secara bentuk, memang tampak seperti menanamkan komputer pada sebuah coffe table.

PC ini dengan sistem operasi Windows Vista ini memiliki Layar touchscreen 30 inci. Berwarna dasar hitam dan menghadap ke atas, dengan lapisan hard-plastic. Sebagai frame, digunakan bahan clear acrylic. Di bawah layar, ditempatkan lima buah kamera yang dilengkapi sensor untuk mendeteksi obyek di sekitar.

Surface memungkinkan interaksi langsung antara user dengan fitur-fitur didalamnya. Untuk mengoperasikan, tidak diperlukan mouse atau keyboard. Pengguna cukup menyentuh dan menggeserkan jarinya pada tombol atau objek di layar.

Surface juga mampu merespon hingga puluhan sentuhan dalam waktu bersamaan. Teknologi ini akrab disebut multi-touch. “Dengan Surface, kami menciptakan metode yang lebih intuitif bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan teknologi,” kata Steve Ballmer, Co- founder Microsoft. “Surface hanya pembuka. Kedepannya, teknologi ini akan semakin menyebar di berbagai bidang,” tambah Ballmer.

“Kesaktian” Surface tidak hanya sampai di situ. Permukaan layarnya mampu mendeteksi dan berinteraksi dengan peralatan elektronik dan gadget. Alat ini pun mampu membaca barcode kartu kredit yang diletakkan diatasnya.

Ingin melihat jepretan kamera digitalmu? Tinggal letakkan kamera itu atas permukaan layar. Gambar yang tersimpan akan langsung ditampilkan. Untuk memperbesar tampilan gambar, user cukup men-drag dengan tangan ke pojok layar.

Proses transfer data berupa lagu atau video dari media player macam Zune pun cukup dengan menempatkannya diatas layar. Pembelian lagu atau content elektronik lain secara online juga hanya dengan meletakkan credit card atau reward card ber-barcode diatas layar.

Surface juga mampu menampilkan informasi produk. Misalnya, mengetahui spesifikasi sebuah ponsel. User tinggal meletakkan ponsel di layar, dan spesifikasinya langsung ditampilkan. Bahkan ketika diletakkan segelas anggur, Surface mampu menampilkan informasi tentang anggur itu. Baik daerah tempat anggur diproduksi, serta menu makanan yang cocok dengan anggur ini.

Rilisan perdana ini akan tersedia mulai November mendatang di toko-toko T-Mobile di seluruh Amerika Serikat dan akan digunakan di jaringan Starwood Hotels & Resorts Worldwide Inc., Sheraton Hotel, serta di kasino-kasino milik Harrah’s Entertainment Inc. di Las Vegas.

Harga resmi yang diumumkan Microsoft belum pasti, tetapi bisa dipastikan ada di kisaran USD 5 ribu hingga USD 10 ribu atau sekitar Rp 46 juta hingga Rp 92 juta. Tertarik?

Hasil Ramuan Enam Tahun

Teknologi ini pertama kali terwujud dalam konsep produk Steven Bathiche dan Andrew D. Wilson pada tahun 2001. Konsep dasarnya adalah teknologi multi-touch yang dikembangkan sejak 1982 di University of Toronto dan Bell Labs. Bulan Oktober di tahun yang sama, dibentuk tim dengan pimpinan Bathiche dan Wilson untuk mengembangkan konsep ini.

Dua tahun kemudian, ide ini dipresentasikan di depan chairman Microsoft, Bill Gates. Prototype awal dibuat dengan nama T1. Bentuknya mengadaptasi tampilan meja bikinan IKEA, produsen furnitur terkenal asal Swedia. Selanjutnya, diciptakan hingga lebih dari 85 prototype dengan berbagai macam aplikasi. Desain finalnya baru benar-benar selesai 2005 lalu.

Konsep akhir ini sempat muncul di film sci-fi The Island (2005) yang dibintangi Ewan McGregor dan Scarlett Johansson. Tepatnya digunakan tokoh ilmuwan “Merrick” yang diperankan aktor Sean Bean di salah satu adegan. Dalam versi DVD, sutradara Michael Bay menyebutkan konsep alat ini hasil konsultasi dengan Microsoft.

Dalam memproduksi hardware ajaib ini, Microsoft memberikan perlakuan spesial bahkan sangat protektif. Biasanya mereka fokus pada software dan menyerahkan perakitan hardware pada perusahaan partner. Kini, mereka memilih merakit Surface sendiri. (rum/bs)

Blogged with Flock

Tags:

Pigura Elektrik Multifungsi

Mulai Fitur Jam hingga Scheduler
Banyak cara untuk menikmati momen-momen indah dalam hidup. Salah satunya adalah lewat foto. Di era digital seperti saat ini, album foto dan bingkai konvensional bisa jadi tidak menarik. Belum lagi, bentuk file foto sudah banyak berformat digital. Agar esensi menikmati foto selangkah lebih maju, anda bisa mencoba digital photo frame.

Pigura elektronik ini sudah banyak ditemui di pasaran. DetEksi Jawa Pos mencoba mereview digital photo frame bernama Ality Pixxa. Alat ini mempunyai desain modern. Bewarna dasar hitam dengan pinggiran silver.

Terlihat elegan dan eksklusif saat diletakkan di atas cabinet, meja kerja, atau meja belajar. Pixxa menampilkan slide show gambar dari memori internal sebesar 256 MB. Terdapat cradle sebagai penyangga. Deretan foto akan tampil berurutan dengan transisi sesuai selera.

Pixxa bisa menampilkan foto secara potrait dan landscape. Jika ingin tampil potrait, tancapkan gadget ini dalam posisi berdiri. Fitur automatic tilting memungkinkan gambar otomatis tampil dalam bentuk tersebut. Tidak perlu mengubah setting terlebih dahulu.

Agar emosi lebih terbangun, kita bisa menambahkan iringan musik selama slide show berjalan. Bisa dalam format MP3 atau WAV. Slide show bisa otomatis berjalan ketika Pixxa dinyalakan.

Koleksi film juga bisa ditampilkan dari gadget dengan layar LCD berukuran 8 inci ini. Bisa menghasilkan resolusi maksimal hinga 800 x 600 piksel. Suara dari dua speaker di bagian belakang cukup mewakili. Tapi, jika volume dalam keadaan maksimal, suara dari speaker terdengar “pecah.”

Ality Pixxa LCD Photo Frame

Built-in card reader kompatibel dengan MS, MMC, SD, dan CF card. Juga terdapat USB cable untuk menghubungkan dengan PC atau laptop. Tapi, Pixxa menjadi agak lemot ketika membuka file-file dari device tersebut. Semakin besar ukuran file, kerjanya makin melambat.

Begitu pula dengan kualitas tampilan gambar. Resolusinya tidak sejernih seperti saat menampilkan foto di PC. Ini karena resolusi Pixxa maksimal hingga 800 x 600 piksel. Jika ingin menikmati koleksi dengan lancar, ubah resolusi gambar menjadi ukuran maksimal tersebut.

Di tepian, terdapat deretan panel dengan tombol yang sensitif terhadap sentuhan. Namun, lebih disarankan memakai remote control. Karena seluruh fungsi bisa dijalankan dengan remote bertenaga baterai lithium 3V. Mulai akses menu utama hingga setting jam dan scheduler.

Pixxa didukung tenaga baterai internal rechargeable yang tahan sekitar satu jam. Sayang, Pixxa kurang pas untuk diajak mobile. Ality memasarkan Pixxa dengan harga sekitar Rp 2,49 juta. (yon)

Sumber: Jawa Pos

Blogged with Flock

Tags:

Blackle – Black Version Google



Gembar-gembor ramah lingkungan ternyata merambah sampai ke dunia maya. Google.com, search engine dengan pengguna terbanyak di seluruh dunia pun ikut terkena imbasnya. Sebuah perusahaan dari Australia bernama Heap Media, membuat versi tampilan hitam dari Google.

Situs ini benar-benar klon sempurna Google, dengan fitur-fitur dan fasilitas yang persis sama. Perubahan hanya ada pada tampilan, berupa text abu-abu dengan background hitam kelam.

Meski tidak familiar untuk netter yang terbiasa mengakses Google, ternyata background hitam inilah yang justru membuat blackle lebih hemat energi. Pasalnya, ketika monitor menampilkan website berwarna dasar putih, ia harus mengeluarkan daya ekstra sebesar 15 watt lebih besar. Bandingkan dengan menampilkan halaman Blackle yang didominasi warna hitam. Daya yang bisa dihemat pun bisa lebih banyak.

Jika dihitung-hitung, dengan reputasi Google sebagai search engine paling populer, dalam setahun, energi yang bisa dihemat mencapai 3000 megawatt. Dihitung dengan uang, ini bisa menghemat biaya hingga USD 75ribu atau sekitar Rp. 678 ribu!

Disamping fungsi asli sebagai situs pencari, website ini tampaknya memang difungsikan sebagai media kampanye Google agar penggunanya lebih aware pada isu-isu tentang lingkungan. Selain ajakan untuk lebih hemat energi dengan slogan Saving Energy One Search at a Time, dimuat juga link khusus ke situs lain yang sama-sama membawa misi ini. seperti Treehugger.com atau situs yang memuat info-info mengenai tips menghemat energi. (rum/bs)

Sumber: Jawa Pos

Blogged with Flock

Tags: ,